Surat teruntuk suamiku tersayang...(part 1)
dear papa sayang...ku tulis surat yang tidak terkirim untukmu ini sebagai persembahan sayang mama untukmu.
begitu kamu sangat mencintai anak istrimu, bekerja keras mengejar karir dan impian keluarga. melihatmu pulang kerja dengan berpeluh keringat, menunaikan kewajibanmu membuat mama sangat trenyuh papa sayang.sabarnya kamu sayang, membimbing mama yang keras kepala ..telaten memberikan advice dan arah yang benar saat aku penuh dengan gejolak emosi. 4 tahun berpacaran denganmu sudah cukup memantapkan hati mama bahwa kamu adalah terbaik diantara yang pernah hadir.
duhai suamiku tersayang, kamu selalu ada saat mama berada di titik terdown dalam hidupku. selalu menyiapkan dadamu, saat mama menangis merengek penuh dengan beban pekerjaan kantor. selalu siap mengusap air mata mama saat mama malam malam merasa capek, padahal kamu sendiri juga sangat lelah menyokong badanmu. selalu bisa membuat mama tertawa saat sedih, sumpek akan rutinitas di kantor. selalu bisa membuat mama nyaman dan bermanja manja denganmu. tak bosan rasanya berbincang denganmu tentang hal apa saja yang kita lewati hari itu, saat menjelang tidur. selalu tidak lupa mengecup kening mama dan tasya saat berangkat tidur (selama 6 tahun pernikahan kita). selalu ingat ulang tahun mama dan menyelipkan sekotak coklat saat ultahku, selalu ingat kapan anniversary kita, selalu mengingatkan mama akan hal hal bodoh yang mama perbuat untuk tidak diulangi lagi, selalu ingat memasukkan hp mama ke tas mama setiap pagi (kalo nggak pasti ketinggalan), selalu setia mengantar mama potong rambut (dari awal pacaran hingga usia 6 tahun pernikahan kita), selalu ngingetin mama untuk melepas bb kalau di rumah, selalu siap mengantarkan mama kemana saja kalo pengen jalan jalan, selalu menemaniku saat sore duduk2 di teras rumah kita, selalu mengusap keningku kalo mama merajuk ingin dibelai, selalu mengelus rambutku saat kuingin bermanja.
duhai suamiku tersayang, apa yang mama lakukan tidak sebanding dengan apa yang kamu perjuangkan buat keluarga kita. 6 tahun pernikahan kita, selalu aku menyuapimu ya sayang..kebahagiaan dan kebanggaan buatku melakukan itu sayang..
duhai suamiku tersayang, kamu pilar hati dan semangat mama dalam hal apapun. kamu benteng yang selalu di depan membela mama. kebahagiaan kita lengkap dengan hadirnya buah hati tersayang kita natasya amalia putri asjhari. dia mirip sekali dengan sifatmu...
duhai suamiku tersayang, panggilan sayang selalu terselip saat kau memanggilku. menjalani bahtera pernikahan denganmu, tidak pernah ada ucapan kasar dan tamparan untukku. papah...kamu begituu baik, begitu penyayang, begitu perhatian, begitu lurus menjalani hidup. cintaku dan hatiku teruntuk mu selamanya sayang.
jangan pernah berhenti mencintaiku, tetaplah seperti ini hingga ajal menjemput, jangan berubah sifat hingga aku tua yaaa..
duhai suamiku tersayang, saat kamu browsing dan menemukan goresan tinta mama ini tetaplah menjadi suamiku yang sekarang (arif dan bijaksana)
lope uuu honey...dadang asjhari akbar
begitu kamu sangat mencintai anak istrimu, bekerja keras mengejar karir dan impian keluarga. melihatmu pulang kerja dengan berpeluh keringat, menunaikan kewajibanmu membuat mama sangat trenyuh papa sayang.sabarnya kamu sayang, membimbing mama yang keras kepala ..telaten memberikan advice dan arah yang benar saat aku penuh dengan gejolak emosi. 4 tahun berpacaran denganmu sudah cukup memantapkan hati mama bahwa kamu adalah terbaik diantara yang pernah hadir.
duhai suamiku tersayang, kamu selalu ada saat mama berada di titik terdown dalam hidupku. selalu menyiapkan dadamu, saat mama menangis merengek penuh dengan beban pekerjaan kantor. selalu siap mengusap air mata mama saat mama malam malam merasa capek, padahal kamu sendiri juga sangat lelah menyokong badanmu. selalu bisa membuat mama tertawa saat sedih, sumpek akan rutinitas di kantor. selalu bisa membuat mama nyaman dan bermanja manja denganmu. tak bosan rasanya berbincang denganmu tentang hal apa saja yang kita lewati hari itu, saat menjelang tidur. selalu tidak lupa mengecup kening mama dan tasya saat berangkat tidur (selama 6 tahun pernikahan kita). selalu ingat ulang tahun mama dan menyelipkan sekotak coklat saat ultahku, selalu ingat kapan anniversary kita, selalu mengingatkan mama akan hal hal bodoh yang mama perbuat untuk tidak diulangi lagi, selalu ingat memasukkan hp mama ke tas mama setiap pagi (kalo nggak pasti ketinggalan), selalu setia mengantar mama potong rambut (dari awal pacaran hingga usia 6 tahun pernikahan kita), selalu ngingetin mama untuk melepas bb kalau di rumah, selalu siap mengantarkan mama kemana saja kalo pengen jalan jalan, selalu menemaniku saat sore duduk2 di teras rumah kita, selalu mengusap keningku kalo mama merajuk ingin dibelai, selalu mengelus rambutku saat kuingin bermanja.
duhai suamiku tersayang, apa yang mama lakukan tidak sebanding dengan apa yang kamu perjuangkan buat keluarga kita. 6 tahun pernikahan kita, selalu aku menyuapimu ya sayang..kebahagiaan dan kebanggaan buatku melakukan itu sayang..
duhai suamiku tersayang, kamu pilar hati dan semangat mama dalam hal apapun. kamu benteng yang selalu di depan membela mama. kebahagiaan kita lengkap dengan hadirnya buah hati tersayang kita natasya amalia putri asjhari. dia mirip sekali dengan sifatmu...
duhai suamiku tersayang, panggilan sayang selalu terselip saat kau memanggilku. menjalani bahtera pernikahan denganmu, tidak pernah ada ucapan kasar dan tamparan untukku. papah...kamu begituu baik, begitu penyayang, begitu perhatian, begitu lurus menjalani hidup. cintaku dan hatiku teruntuk mu selamanya sayang.
jangan pernah berhenti mencintaiku, tetaplah seperti ini hingga ajal menjemput, jangan berubah sifat hingga aku tua yaaa..
duhai suamiku tersayang, saat kamu browsing dan menemukan goresan tinta mama ini tetaplah menjadi suamiku yang sekarang (arif dan bijaksana)
lope uuu honey...dadang asjhari akbar

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda