Ada apa dengan hatiku..
Tidak mengerti, tidak memahami, dan tidak tahu jawaban yang jelas dengan judul diatas yang ku maknai dengan 'ada apa dengan hatiku'. Kenapa menjadi porak poranda seperti ini, menjadi resah tak karuan??
Menahan hati teramat sulit, menahan riaknya hati teramat sulit, menahan meledaknya hati teramat sulit. Begitu sulit mengungkapkannya, begitu sulit meneriakkannya, begitu sulit mengucapkannya?
begitukah?? Andai tau, rasa berdesir dalam hati ini, rasa riak dalam hati, rasa gelora dalam hati, rasa letupan hati ini. Lubang hati sebenarnya telah tertutupi oleh cinta dan kasih berlebih, akan tetapi kenapa dengan hatiku??
Ingin kutanyakan sebegitu dahsyat kah ini...tapi aku sendiri juga masih dalam kebimbangan, tidak mengerti akan jawabnya..
Mustinya aku bertanya kepadamu, samakah? benarkah??
Pembatas itu menjadi tumpuan kokoh, andai itu tidak benar...
Dia begitu bijak, begitu sempurna, begitu lembut. Tidak terlintas sedikitpun untuk merusaknya, biarlah tetap seperti ini. Tidak bertambah dan tidak berkurang. Tidak memaksa, tidak mengekang, tidak menjerat, dan tidak mengikat. Tetap lepas, hanya memandang saja, hanya melihat saja, hanya mengerling saja, hanya menatap saja dan tidak lebih. Bukankah itu lebih bijak dalam menyikapinya...
Tidak perlu dengan ucapan, kata kata,ataupun goresan tinta..cukup hati yang tau..
Ada apa dengan hatiku>>> peterpan
Menahan hati teramat sulit, menahan riaknya hati teramat sulit, menahan meledaknya hati teramat sulit. Begitu sulit mengungkapkannya, begitu sulit meneriakkannya, begitu sulit mengucapkannya?
begitukah?? Andai tau, rasa berdesir dalam hati ini, rasa riak dalam hati, rasa gelora dalam hati, rasa letupan hati ini. Lubang hati sebenarnya telah tertutupi oleh cinta dan kasih berlebih, akan tetapi kenapa dengan hatiku??
Ingin kutanyakan sebegitu dahsyat kah ini...tapi aku sendiri juga masih dalam kebimbangan, tidak mengerti akan jawabnya..
Mustinya aku bertanya kepadamu, samakah? benarkah??
Pembatas itu menjadi tumpuan kokoh, andai itu tidak benar...
Dia begitu bijak, begitu sempurna, begitu lembut. Tidak terlintas sedikitpun untuk merusaknya, biarlah tetap seperti ini. Tidak bertambah dan tidak berkurang. Tidak memaksa, tidak mengekang, tidak menjerat, dan tidak mengikat. Tetap lepas, hanya memandang saja, hanya melihat saja, hanya mengerling saja, hanya menatap saja dan tidak lebih. Bukankah itu lebih bijak dalam menyikapinya...
Tidak perlu dengan ucapan, kata kata,ataupun goresan tinta..cukup hati yang tau..
Ada apa dengan hatiku>>> peterpan

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda