23 Juni 2010

Laki laki banci

Jam 8 malam, terdengar pintu gerbang rumahku diketuk orang. Dalam hati, siapa nih ya?? tumben malam malam ada tamu yang datang, tak seperti biasanya ada yang bertamu di malam hari. kubuka pintu depan rumah, terhenyak aku sesaat melihat mba imah dengan muka pucat dan baju basah kuyub berdiri di pintu. sambil menahan tangis, mba imah langsung meraih tanganku...ya Alloh ada apa ini dalam hatiku??? akhirnya berceritalah dia, dengan suara tangis tertahan. sore itu dia bertengkar hebat dengan suaminya, suaminya berniat menjual anak semata wayangnya 'nisa' yang baru berumur 2 tahun seumur dengan tasya. dalam pertengkaran itu, mba imah di tendang, dipukuli dan nisa sempat dibanting ke tembok. dengan suara lirih dan bercucuran air mata, mba imah meminta gaji setrika meski belum waktunya dia gajian untuk sangu pulang ke kampung.
Duh gusti, fenomena bapak menjual anak karna himpitan ekonomi yang biasanya kulihat di televisi, kini terpapar jelas ada di mataku. benar benar laki laki yang tidak bertanggung jawab dan banci yang berani menempeleng perempuan dan anaknya. sudah seharusnya lewat jaman kartini, wanita ditindas laki laki. emansipasi yang selama ini digemborkan di mana mana ternyata tidak mencakup di diri mba imah. ibu rumah tangga yang santun, yang nriman apa adanya, susu anaknya pun dia beli dari gaji menggosok pakaian...
tetaplah tegar mba imah, pertahankan nisa mu...meski wanita kita ada harga diri juga..

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda